Langsung ke isi
Sahabat M ArdhiBantul & Gunungkidul

Profil

Mahmud Ardi Widanto, S.I.P.

Lahir di Yogyakarta, 20 Desember 1984. Menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, lalu ilmu hukum di Universitas Islam Indonesia.

BantulGunungkidulFisipol UGMHukum UII
Mahmud Ardi Widanto, S.I.P.
Potret resmi dari laman kepemimpinan PT UPLORA Digital Nusantara.

Riwayat

Dari ruang perwakilan ke ruang digital

Perpaduan latar sosial-politik dan hukum membentuk cara Mahmud Ardi Widanto bekerja: mendengar dahulu, menimbang kepentingan yang beragam, baru mengambil keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Pada usia 30 tahun ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul — sebuah amanah yang menuntut kematangan dalam pengambilan keputusan kolektif dan koordinasi lintas pihak. Di masa itu ia dikenal mengadvokasi perlindungan pasar tradisional: membatasi laju minimarket dan memperluas akses pasar bagi pedagang kecil.

Ia juga memimpin Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Bantul, dan di luar ruang publik menjalankan usaha sendiri sebagai Direktur Utama CV Sengon Mandiri.

Kepercayaan kepadanya melampaui batas Bantul. Dua kali ia diusung maju sebagai Calon Wakil Bupati Gunungkidul — pada 2020 mendampingi Sutrisna Wibawa, dan pada 2024 mendampingi Bupati Sunaryanta dengan dukungan koalisi enam partai. Ratusan ribu warga Gunungkidul memberikan suaranya — 144.012 pada 2020 dan 129.716 pada 2024. Angka sebesar itu bukan sekadar hasil hitung, melainkan orang-orang yang menaruh harapan, dan hubungan dengan mereka terus dirawat sampai hari ini lewat gerakan ini.

Kini ia memimpin PT UPLORA Digital Nusantara dan membangun UPLORA — aplikasi di Play Store yang mempermudah kreator konten. Pekerjaan yang dahulu menuntut alat mahal, waktu panjang, dan keahlian teknis kini cukup dijalankan dari sebuah ponsel. Baginya ini kelanjutan dari pekerjaan yang sama, hanya berpindah ruang: dahulu memperjuangkan akses warga di ruang perwakilan, sekarang memperjuangkan akses kreator daerah di ruang digital.

Prinsip

Memimpin adalah melayani

Pengalamannya di lembaga perwakilan menanamkan satu prinsip yang ia bawa ke mana pun: tata kelola yang bersih, koordinasi yang guyub, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Kanal ini dibangun dengan ukuran yang sama — apa adanya, dapat dilacak, dan tidak menjanjikan yang tidak bisa ditepati.